Lanjutan H-1 MENUJU HARI KIKOEK
Lepas dari sgala urusan riset dan aksi mulung pagi besok, sebagai pelarian, Aku, Aan, dan Annas berkumpul menduduki bangku panjang di teras depan Sekret Lawalata untuk bernyanyi dan bermain gitar sedangkan Ahmad berpamitan pulang. Aku mulai memainkan gitar dan bernyanyi. Baru beberapa lagu dinyanyikan, Aan memutuskan tuk menyudahi aksi tersebut untuk bermain internet sedangkan Aku dan Annas terus melanjutkan. Hingga sekitar pukul 02.00 pagi Waktu Indonesia bagian Barat, Aku dan Annas terus bernyanyi. Kumainkan lagu mulai dari Menghitung Hari-Krisdayanti; Terbang-The Fly; Elang-Ari Lasso; hingga akhirnya Radja-Riff.
“…Tapi ku bukan radja, kuhanya orang biasa yang selalu dijadikan alas kaki pada sang radja…”, walaupun hanya hafal reff-nya saja, Annas tetap berteriak sekeras-kerasnya (guk guk guk au au au...hehehe). Selesai menyanyikan lagu riff tersebut, tiba-tiba seorang mahasiswi anggota UKM PRAMUKA datang ke tempat kami berkumpul dan bernyanyi. “Maaf Ka, nyanyinya pelan-pelan…!, kami sedang mengerjakan PR”, ucap mahasiswi tersebut. “Yah, akhirnya kena juga”, kataku dalam hati. “Oh iya Dek, maaf ya”, jawab Annas. Kami pun kini mulai bernyanyi dan memainkan gitar pelan-pelan sembari kusalahkan Annas, padahal sebenarnya Aku juga berteriak-teriak tapi kerasnya memang masih kalah dari Annas. “Lo sih Nas teriak keras-keras”, kataku sambil ketawa ketiwi. “Habis si Ruby sih yang main gitar”, jawab Annas. “Kita didalam aja yuk!”, ajak Annas. Akhirnya kami pun bernyanyi di dalam Sekret. Tapi Annas masih juga berteriak sekeras-kerasnya. ”Busyet ini orang stress!”, pikirku dalam hati sambil tersenyum-senyum.
Capek bermain gitar, akhirnya Aku mendekati Aan tuk melihatnya bermain facebook dan sesekali membalas pesan dan comment yang dia terima. Sedangkan Annas sudah dari tadi memainkan PS di komputer sembari sesekali marah dan mengumpat kebodohan dirinya sendiri. “Hahaha...”, Aku dan Aan hanya bisa tertawa saja mendengar dan melihat tingkahnya.
Ketika sedang asyik membaca dan membalas beberapa pesan dan comment di Facebook Aan, tiba-tiba Ria yang juga sedang bermain Facebook, +/- 3 meter jaraknya disamping kami, mengirim sebuah pesan pada Kami. “Mari ke sungai!”, inti pesannya mengingatkan kami. Kulihat jam di dinding, “Waduh sudah jam 04.00 pagi, nanti jam 07.30 WIB Aku sudah menjadi Korlap -Koordinator ngelap-”, becandaku pada Ria. Akhirnya tepat pukul 04.30 Aku, Annas, Aan, dan Ria mengakhiri aktivitas kami pagi itu tuk segera tidur. Kupasang alarm jam 05.00; 05.30; dan 05.40 pagi di HP-ku agar tidak kebablasan tidur nanti. Kucoba memejamkan mataku namun tetap tak bisa tidur pulas karena was-was, takut kebablasan. Kurang dari pukul 05.00, sebelum alarm-alarmku berbunyi, Aku dan Aan sudah bangun. Akhirnya suara persiapan adzan subuh di mesjid Al Hurriyah pun terdengar. Aan segera menuju mesjid, sedangkan Aku kembali tidur-tiduran. Setelah Aan kembali dari shalat subuh, Aku pun berpamitan pada Aan tuk pulang. “Waduh besok bisa mimpin aksi mulung ga yah?”, pikirku karena Aku belum tidur.
Tertanda Korlap ngantuk hari itu,
Ruby Vidia Kusumah
(087878757205)
Lepas dari sgala urusan riset dan aksi mulung pagi besok, sebagai pelarian, Aku, Aan, dan Annas berkumpul menduduki bangku panjang di teras depan Sekret Lawalata untuk bernyanyi dan bermain gitar sedangkan Ahmad berpamitan pulang. Aku mulai memainkan gitar dan bernyanyi. Baru beberapa lagu dinyanyikan, Aan memutuskan tuk menyudahi aksi tersebut untuk bermain internet sedangkan Aku dan Annas terus melanjutkan. Hingga sekitar pukul 02.00 pagi Waktu Indonesia bagian Barat, Aku dan Annas terus bernyanyi. Kumainkan lagu mulai dari Menghitung Hari-Krisdayanti; Terbang-The Fly; Elang-Ari Lasso; hingga akhirnya Radja-Riff.
“…Tapi ku bukan radja, kuhanya orang biasa yang selalu dijadikan alas kaki pada sang radja…”, walaupun hanya hafal reff-nya saja, Annas tetap berteriak sekeras-kerasnya (guk guk guk au au au...hehehe). Selesai menyanyikan lagu riff tersebut, tiba-tiba seorang mahasiswi anggota UKM PRAMUKA datang ke tempat kami berkumpul dan bernyanyi. “Maaf Ka, nyanyinya pelan-pelan…!, kami sedang mengerjakan PR”, ucap mahasiswi tersebut. “Yah, akhirnya kena juga”, kataku dalam hati. “Oh iya Dek, maaf ya”, jawab Annas. Kami pun kini mulai bernyanyi dan memainkan gitar pelan-pelan sembari kusalahkan Annas, padahal sebenarnya Aku juga berteriak-teriak tapi kerasnya memang masih kalah dari Annas. “Lo sih Nas teriak keras-keras”, kataku sambil ketawa ketiwi. “Habis si Ruby sih yang main gitar”, jawab Annas. “Kita didalam aja yuk!”, ajak Annas. Akhirnya kami pun bernyanyi di dalam Sekret. Tapi Annas masih juga berteriak sekeras-kerasnya. ”Busyet ini orang stress!”, pikirku dalam hati sambil tersenyum-senyum.
Capek bermain gitar, akhirnya Aku mendekati Aan tuk melihatnya bermain facebook dan sesekali membalas pesan dan comment yang dia terima. Sedangkan Annas sudah dari tadi memainkan PS di komputer sembari sesekali marah dan mengumpat kebodohan dirinya sendiri. “Hahaha...”, Aku dan Aan hanya bisa tertawa saja mendengar dan melihat tingkahnya.
Ketika sedang asyik membaca dan membalas beberapa pesan dan comment di Facebook Aan, tiba-tiba Ria yang juga sedang bermain Facebook, +/- 3 meter jaraknya disamping kami, mengirim sebuah pesan pada Kami. “Mari ke sungai!”, inti pesannya mengingatkan kami. Kulihat jam di dinding, “Waduh sudah jam 04.00 pagi, nanti jam 07.30 WIB Aku sudah menjadi Korlap -Koordinator ngelap-”, becandaku pada Ria. Akhirnya tepat pukul 04.30 Aku, Annas, Aan, dan Ria mengakhiri aktivitas kami pagi itu tuk segera tidur. Kupasang alarm jam 05.00; 05.30; dan 05.40 pagi di HP-ku agar tidak kebablasan tidur nanti. Kucoba memejamkan mataku namun tetap tak bisa tidur pulas karena was-was, takut kebablasan. Kurang dari pukul 05.00, sebelum alarm-alarmku berbunyi, Aku dan Aan sudah bangun. Akhirnya suara persiapan adzan subuh di mesjid Al Hurriyah pun terdengar. Aan segera menuju mesjid, sedangkan Aku kembali tidur-tiduran. Setelah Aan kembali dari shalat subuh, Aku pun berpamitan pada Aan tuk pulang. “Waduh besok bisa mimpin aksi mulung ga yah?”, pikirku karena Aku belum tidur.
Tertanda Korlap ngantuk hari itu,
Ruby Vidia Kusumah
(087878757205)
Lanjutan MULUNG KESEBELAS??...behind the scenes
Seolah keesokan harinya tak akan berlangsung aksi mulung dan riset, pagi itu, Sabtu, 23 Mei 2009, kurasakan hari terasa sepi sekali, tak ada satupun perkembangan informasi yang masuk padaku. Sms yang masuk hanya datang dari Aul, salah satu anggota Tim Riset, yang menyatakan kesediaannya tuk mengikuti aksi Riset di Kedung Badak esok hari, Minggu, 24 Mei 2009. Kondisi ini berlangsung lama hingga hampir tengah hari.
Tepat pukul 11.30 WIB, rasa sepi ini pun berakhir ketika sebuah sms masuk ke HP-ku. “Kembali, KP Ciliwung undang anda utk ‘mulung’ sampah hr mggu, 24/5/09, di blkg Perum Kdung Badak bogor. Kmpul 07.30 di pintu msk perum kd badak baru (hapsoro)”, isi sms dari Djoeragan Onthelsat Sikilkoewat. Secara spontan, sms ini langsung memotivasiku agar tetap yakin dan optimis bahwa esok hari aksi akan terkoordinasi dengan baik dan berjalan lancar. Dengan harapan besar jumlah volunteers yang hadir bisa lebih banyak, Aku pun segera membalas sms tersebut, “Siap bos! Aq hadir! Aq bsk korlap bos. Tks”, jawabku singkat.
Petangpun akhirnya tiba, tidak lama setelah matahari membenamkan dirinya di sebelah Barat bumi, Aku sms Aan untuk menanyakan persiapan aksi Riset di Kedung Badak esok hari. “Gmn an? Udh diatur bsk? Aq brgkt duluan bsk. Lebih pagi. Anas ad dmn sh? Aq jg udh sms anak2 kpm bwt bsk. Tks”, sms-ku pada Aan. Tepat pukul 18.50 WIB, Aan pun membalas, “Rub lg dmn? Bentar lg Aq mo ke lab trs ke lawalata d mnta ngasih materi ekoper bwt ank diklat jam 8. bs ke lawalata ga?”. “Drumah. Ad rapat riset d L? Anas ad dsna jg bukan? Diklat ap? Ko malem2 gini?”, balasku. “Mereka minta Aq ngisi materi ekoper, fokusnya ke sungai, rencananya besok mo Aq ajak ke ciliwung..Aq ga tau annas ada di sekret ato enggak”, balas Aan selanjutnya. “Ok. Aq lg tunggu sms dr kafi (teman MSP ’39-ku lainnya-Red) dlu. Ntar Aq ksna. An jm brp ksna”, sms-ku lagi. Lama kutunggu, namun kini Aan tak membalas lagi sms-ku, begitupun dengan “Sahabat Seperjuangan-ku” di masa penelitian dulu, saudara Kafi.
Seiring terus berputarnya sang waktu, tiba-tiba masuk sebuah sms dari kawan MSP ’39-ku lainnya, namun kali ini bukan Annas, Kafi, apalagi Aan, mengajakku tuk ikut kumpul bersama di Rumah Makan Sulung Sari, Babakan Raya (BARA), Dramaga, yang menjadi tempat favorit kawan-kawanku sejak dulu tuk berkumpul. Karena sudah lama tak bertemu, akhirnya kuputuskan tuk menemui kawan-kawanku sebentar saja. Pikirku, “mungkin Aku bertemu kawan-kawan sampai jam 8 malam aja, terus Aku lanjutkan ke Lawalata menemui Aan”.
Sampai di Sulung Sari menggunakan sepeda gunung Adikku, Akupun langsung menyapa dan menjabat tangan semua kawan-kawanku. Tanpa banyak berbasa-basi lagi, akhirnya pertemuan itu pun kami lanjutkan dengan makan malam bersama diiringi gemuruh hujan deras yang turun menggantikan suara angkot dan motor yang berlalu lalang di BARA. Tak lupa Aku juga mempromosikan aksi-aksi Komunitas Peduli Ciliwung pada mereka, dan sebagian besar dari mereka tertarik ajakanku.
Hujan deras telah menunda rencanaku tuk pergi ke Lawalata. Disela-sela penantianku menunggu hujan reda, sms dari Ma, anggota Tim Riset, masuk. “Asw Ka maaf ganggu sya sms ka firin qo pending y ada yg mau d tnyain trus bsk tu ngmpul dmn jm brp? D bni bkn K? Mksi..”, isi sms Ma. “Ma Aq bsk brgkt sndiri duluan jm 6.30. Lbih pagi. Anak2 brgkt spt biasa. Kmpl bni brgkt Jm 7. Ank lwalata byk ikut. Hub aan 08129594294 atw anas 081381467856. Tks”, balasku.
Setelah hujan reda, Aku pun segera melaju mengayuh cepat sepeda gunungku menuju Lawalata. Sesampainya disana, langsung kuparkir sepedaku dan Aku pun langsung akan masuk ke dalam ruangan. Masih di depan pintu, kulihat Aan dan Ahmad, Tim Riset, sedang memberi materi kepada para anggota baru Lawalata. “Wah banyak juga jumlah mereka, besok Minggu bisa rame donk!”, pikirku senang. Sedangkan Annas yang dari tadi bermain internet segera beranjak dari tempat duduknya menemui dan mencium tanganku tanda hormat…hehe (“Sungguh kau murid berbakti “Bo Kong”, whuahahaha, yang ini cuma penambah nikmat isi cerita saja,…hahaha). Kulihat juga anggota Lawalata lainnya sedang bermain gitar, internet, dan sebagian besar lainnya berkumpul di ruang belakang bersama Betta mengadakan rapat intern.
Aan dan Ahmad pun akhirnya selesai juga memberikan materi, kini giliran Annas menjelaskan teknis pelaksanaan riset esok hari. “Besok kita melakukan riset kualitas air mengukur parameter fisika, kimia, biologi, serta karakteristik sungai, di-handle Aan, Ahmad, dan Endah”, Annas memulai penjelasan. “Besok kita juga akan melakukan riset sosial budaya yang di-handle kawan-kawan dari HIMASIERA, dan riset Burung yang di-handle Muslich”, lanjut Annas. “Kalian sudah dapat materi ANVEG (Analisis Vegetasi) atau belum sih?”, tanya Annas pada para anggota baru Lawalata. Serempak mereka pun menjawab, “Sudah Kak, minggu kemarin”. “Ya udah, kalo gitu besok kalian riset ANVEG juga!”, lanjut Annas lagi. Kami (Aku, Aan, dan Ahmad) yang dari tadi mendengarkan serempak langsung tertawa. “Busyet ini orang buanyak buanged nyuruhnya?”, pikir kami…hehehe. Terakhir Annas menutup penjelasannya dengan, “Nanti data-data yang diambil besok diolah dan dikirimkan hari Selasa ke annas240@aman.or.id”, berulang kali alamat email tersebut dia teriakkan, “ga tau sombong punya email beda atau gimana sih ini orang??”, tapi yang pasti, lebih dari 20 kali sudah dia sebutkan…hehehe becanda, “ga segitu kale!!”. "Besok kita berangkat dari BNI jam 07.00 pagi", tak lupa Annas menyampaikan.
Selesai mendapat materi dan penjelasan teknis untuk aksi riset esok hari, para anggota baru Lawalata pun kini diajak Betta, Ria, So-Zubir (“Betaria Sonata paling!”...hehe) untuk berolahraga yang kemudian ditutup dengan beristirahat di tenda yang telah dibangun didepan Sekret Lawalata.
Tertanda Korlap hari itu,
Ruby Vidia Kusumah
(087878757205)
Seolah keesokan harinya tak akan berlangsung aksi mulung dan riset, pagi itu, Sabtu, 23 Mei 2009, kurasakan hari terasa sepi sekali, tak ada satupun perkembangan informasi yang masuk padaku. Sms yang masuk hanya datang dari Aul, salah satu anggota Tim Riset, yang menyatakan kesediaannya tuk mengikuti aksi Riset di Kedung Badak esok hari, Minggu, 24 Mei 2009. Kondisi ini berlangsung lama hingga hampir tengah hari.
Tepat pukul 11.30 WIB, rasa sepi ini pun berakhir ketika sebuah sms masuk ke HP-ku. “Kembali, KP Ciliwung undang anda utk ‘mulung’ sampah hr mggu, 24/5/09, di blkg Perum Kdung Badak bogor. Kmpul 07.30 di pintu msk perum kd badak baru (hapsoro)”, isi sms dari Djoeragan Onthelsat Sikilkoewat. Secara spontan, sms ini langsung memotivasiku agar tetap yakin dan optimis bahwa esok hari aksi akan terkoordinasi dengan baik dan berjalan lancar. Dengan harapan besar jumlah volunteers yang hadir bisa lebih banyak, Aku pun segera membalas sms tersebut, “Siap bos! Aq hadir! Aq bsk korlap bos. Tks”, jawabku singkat.
Petangpun akhirnya tiba, tidak lama setelah matahari membenamkan dirinya di sebelah Barat bumi, Aku sms Aan untuk menanyakan persiapan aksi Riset di Kedung Badak esok hari. “Gmn an? Udh diatur bsk? Aq brgkt duluan bsk. Lebih pagi. Anas ad dmn sh? Aq jg udh sms anak2 kpm bwt bsk. Tks”, sms-ku pada Aan. Tepat pukul 18.50 WIB, Aan pun membalas, “Rub lg dmn? Bentar lg Aq mo ke lab trs ke lawalata d mnta ngasih materi ekoper bwt ank diklat jam 8. bs ke lawalata ga?”. “Drumah. Ad rapat riset d L? Anas ad dsna jg bukan? Diklat ap? Ko malem2 gini?”, balasku. “Mereka minta Aq ngisi materi ekoper, fokusnya ke sungai, rencananya besok mo Aq ajak ke ciliwung..Aq ga tau annas ada di sekret ato enggak”, balas Aan selanjutnya. “Ok. Aq lg tunggu sms dr kafi (teman MSP ’39-ku lainnya-Red) dlu. Ntar Aq ksna. An jm brp ksna”, sms-ku lagi. Lama kutunggu, namun kini Aan tak membalas lagi sms-ku, begitupun dengan “Sahabat Seperjuangan-ku” di masa penelitian dulu, saudara Kafi.
Seiring terus berputarnya sang waktu, tiba-tiba masuk sebuah sms dari kawan MSP ’39-ku lainnya, namun kali ini bukan Annas, Kafi, apalagi Aan, mengajakku tuk ikut kumpul bersama di Rumah Makan Sulung Sari, Babakan Raya (BARA), Dramaga, yang menjadi tempat favorit kawan-kawanku sejak dulu tuk berkumpul. Karena sudah lama tak bertemu, akhirnya kuputuskan tuk menemui kawan-kawanku sebentar saja. Pikirku, “mungkin Aku bertemu kawan-kawan sampai jam 8 malam aja, terus Aku lanjutkan ke Lawalata menemui Aan”.
Sampai di Sulung Sari menggunakan sepeda gunung Adikku, Akupun langsung menyapa dan menjabat tangan semua kawan-kawanku. Tanpa banyak berbasa-basi lagi, akhirnya pertemuan itu pun kami lanjutkan dengan makan malam bersama diiringi gemuruh hujan deras yang turun menggantikan suara angkot dan motor yang berlalu lalang di BARA. Tak lupa Aku juga mempromosikan aksi-aksi Komunitas Peduli Ciliwung pada mereka, dan sebagian besar dari mereka tertarik ajakanku.
Hujan deras telah menunda rencanaku tuk pergi ke Lawalata. Disela-sela penantianku menunggu hujan reda, sms dari Ma, anggota Tim Riset, masuk. “Asw Ka maaf ganggu sya sms ka firin qo pending y ada yg mau d tnyain trus bsk tu ngmpul dmn jm brp? D bni bkn K? Mksi..”, isi sms Ma. “Ma Aq bsk brgkt sndiri duluan jm 6.30. Lbih pagi. Anak2 brgkt spt biasa. Kmpl bni brgkt Jm 7. Ank lwalata byk ikut. Hub aan 08129594294 atw anas 081381467856. Tks”, balasku.
Setelah hujan reda, Aku pun segera melaju mengayuh cepat sepeda gunungku menuju Lawalata. Sesampainya disana, langsung kuparkir sepedaku dan Aku pun langsung akan masuk ke dalam ruangan. Masih di depan pintu, kulihat Aan dan Ahmad, Tim Riset, sedang memberi materi kepada para anggota baru Lawalata. “Wah banyak juga jumlah mereka, besok Minggu bisa rame donk!”, pikirku senang. Sedangkan Annas yang dari tadi bermain internet segera beranjak dari tempat duduknya menemui dan mencium tanganku tanda hormat…hehe (“Sungguh kau murid berbakti “Bo Kong”, whuahahaha, yang ini cuma penambah nikmat isi cerita saja,…hahaha). Kulihat juga anggota Lawalata lainnya sedang bermain gitar, internet, dan sebagian besar lainnya berkumpul di ruang belakang bersama Betta mengadakan rapat intern.
Aan dan Ahmad pun akhirnya selesai juga memberikan materi, kini giliran Annas menjelaskan teknis pelaksanaan riset esok hari. “Besok kita melakukan riset kualitas air mengukur parameter fisika, kimia, biologi, serta karakteristik sungai, di-handle Aan, Ahmad, dan Endah”, Annas memulai penjelasan. “Besok kita juga akan melakukan riset sosial budaya yang di-handle kawan-kawan dari HIMASIERA, dan riset Burung yang di-handle Muslich”, lanjut Annas. “Kalian sudah dapat materi ANVEG (Analisis Vegetasi) atau belum sih?”, tanya Annas pada para anggota baru Lawalata. Serempak mereka pun menjawab, “Sudah Kak, minggu kemarin”. “Ya udah, kalo gitu besok kalian riset ANVEG juga!”, lanjut Annas lagi. Kami (Aku, Aan, dan Ahmad) yang dari tadi mendengarkan serempak langsung tertawa. “Busyet ini orang buanyak buanged nyuruhnya?”, pikir kami…hehehe. Terakhir Annas menutup penjelasannya dengan, “Nanti data-data yang diambil besok diolah dan dikirimkan hari Selasa ke annas240@aman.or.id”, berulang kali alamat email tersebut dia teriakkan, “ga tau sombong punya email beda atau gimana sih ini orang??”, tapi yang pasti, lebih dari 20 kali sudah dia sebutkan…hehehe becanda, “ga segitu kale!!”. "Besok kita berangkat dari BNI jam 07.00 pagi", tak lupa Annas menyampaikan.
Selesai mendapat materi dan penjelasan teknis untuk aksi riset esok hari, para anggota baru Lawalata pun kini diajak Betta, Ria, So-Zubir (“Betaria Sonata paling!”...hehe) untuk berolahraga yang kemudian ditutup dengan beristirahat di tenda yang telah dibangun didepan Sekret Lawalata.
Tertanda Korlap hari itu,
Ruby Vidia Kusumah
(087878757205)


