Tjiliwoeng Dreams
KompetiSi CiliwunG BersiH Posted by Tjiliwoeng Dreams On Juli - 25 - 2009

Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Indonesia yang ke-64, sejumlah warga Bogor yang tergabung dalam Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) akan menyelenggarakan kegiatan pembersihan sampah Ciliwung di Kota Bogor. Kegiatan ini berjudul Kompetisi Pemulungan Sampah Ciliwung Antar Kelurahan dengan tema “Ciliwung Bersih, Warga Merdeka”. ...

Ciliwung Bersih Warga Merdeka
Tjiliwoeng ber-Gojang Posted by Tjiliwoeng Dreams On Juni - 2 - 2009

“Ayoo Mang … jangan malu2. Kang Dadaaang … paling cakep, hayu goyang bareng saya. Jangan lupa mari kita goyang untuk Ciliwung tercinta …”

Orkes Melayu Gerobak Dorong
Impian Anda dan Kami Posted by Tjiliwoeng Dreams On Maret - 31 - 2009

'Sungai yang indah, berair bening dan sejuk bukanlah hal tidak bisa didapatkan'. Apalagi jika dihias pepohonan rindang dan pokok bambu di tepiannya. Bukankah ini mimpi yang kita dambakan ? ...

Mari turut dalam Aksi Ciliwung Bersih
Selamat Hari Air Sedunia Posted by Tjiliwoeng Dreams On Maret - 22 - 2009

Sungguh indah bisa meluangkan waktu, walau hanya beberapa saat, mengotori diri kita dari pagi hingga siang. Hanya ini lah yang dapat kami lakukan, melihat yang terjadi dan mencoba turut menganyunkan lengan, membuka jemari kita, dan meraih apa yang telah kita buang tuk tempatkan kembali ke tempatnya dengan baik.

Mari turut dalam Aksi Ciliwung Bersih
AKSI Pertama - Bersih Ciliwung Posted by Tjiliwoeng Dreams On Maret - 15 - 2009

Pada hari minggu 15 Maret 2009, kita telah turun membersihkan Sungai Ciliwung di beberapa titik. Acara dimulai dari jam 06:30 s/d 13:00 WIB, di sekitar lapangan sempur. Aksi bersih dan mulung sampah Ciliwung ini di dihadiri oleh lebih kurang 80 orang, yang terdiri atas bebrapa kelompok, tersebutlah Komunitas Kampoeng Bogor, Telapak, Gekko, Lawalata, Forest Watch Indonesia dan teman-teman dari TN Gunung Gede Pangrango dan kawan dari Kebun Raya Bogor. Sukes untuk kita semua, ....

Ciliwung Rusak - Hirup Balangsak
TJILIWOENG DREAMS Posted by Tjiliwoeng Dreams On Feb - 22 - 2009

wadah bagi upaya Mewujudkan Mimpi-Mimpi Warga tentang Sungai Ciliwung. Mimpi akan sungai yang indah, berair bening dan sejuk. Dihias rindang pepohonan dan pokok bambu di tepiannya. Ditingkah aktivitas warga yang memancing ikan, mandi dan mencuci. Tanpa tumpukan sampah kotor dan limpahan air coklat penyebab banjir di hilirnya

About Tjiliwoeng Dreams
Dari Katulampa hingga Pasar Bogor Posted by Tjiliwoeng Dreams On March - 3 - 2009

Beberapa waktu lalu saya iseng2 mencoba menyusuri Ciliwung dari Katulampa sampai Pasar Bogor. Sebelumnya saya pernah bermimpi tentang Tjiliwoeng Tempo Doeloe yang asri, indah, airnya bening, banyak anak kecil yang mandi dan bermain di sungai, serta ibu2 yang asik mencuci pakaian di tepiannya. Penyusuran yang saya lakukan kali ini bukanlah mimpi, namun kenyataan sesungguhnya yang saya temukan. Tujuan saya kala itu hanya satu, ingin tahu darimana asal tumpukan sampah di Ciliwung (Kota Bogor) dan apa penyebab sulitnya memancing ikan di sana.

Debit air dari Bendungan Katulampa
Susur Ciliwung ... Asik Posted by Tjiliwoeng Dreams On Jan - 28 - 2009

Untuk kesekian kalinya saya bersama segerombolan kecil teman2 (tanpa nama) kembali turun kali Ciliwung. Masih dengan semangat membara menuju Ciliwung baik dan bersih, walau harus dilakukan sendiri. Kami memotret lokasi2 penumpukan sampahdi sepanjang Ciliwung dan sekaligus mencoba memetakannya secara sederhana. Tidak muluk2, hanya di seputar kota Bogor. Dari bendungan Katulampa, hingga ke perbatasan dengan Cilebut.

Ngapain tuh mbuntutin orang ...

Kembali ke Padang Beunghar

Posted by Tjiliwoeng Dreams On 9:51 AM 0 comments

Adalah sebuah tempat di seputaran Pulo Geulis, Kelurahan Babakan Pasar, Bogor. Entah apa makna sebenarnya dari nama tempat itu. Kata seorang kawan (Sunda), "beunghar" itu artinya kaya. Namun sayangnya ia tidak tahu soal arti kata padang. Ia curiga ini bukan istilah dalam bahasa Sunda. Yaa sudah lah ... mungkin saat ini kita tak perlu mencari artinya. Tapi (kadang) benak saya ingin mengartikannya secara bebas ... mungkin itu artinya tempat luas yang pernah dihuni orang kaya, mungkin juga dulu di tempat itu pernah tinggal seorang berdarah Minang yang kaya raya.

Baiklah ... saya tak akan meneruskan pembahasan soal arti kata pada nama tempat itu. Lalu kenapa dengan tempat itu? Ada apa di sana? Mengapa saya mencoba membahas kata "padang beunghar"?

Jawaban saya singkat saja ...
Soalnya hari Minggu ini, 11 Oktober 2009, para laskar karung KPC dijadwalkan untuk melakukan kegiatan rutin mulungnya di Padang Beunghar, kawasan Pulo Geulis. Ini adalah tempat mulung yang sama dengan yang dilakukan hari minggu lalu. Lokasi tepatnya berada di ujung hulu, sisi Barat Pulo Geulis. Untuk menuju ke sana dapat dilakukan dari Jalan Roda (masuk gang 2), langsung menuju ke RW 9 .... atau ... bisa juga dari Jalan Bangka-Riau, melalui jembatan Pemuda menuju Pulo Geulis, menyusur gang2 kecil di pulau padat tersebut, melintasi jembatan menuju ke jalan roda di RW 9.

Mari ... kita ramaikan acara rutin mulung kita semua, demi terwujudnya Ciliwung yang bersih dan indah, plus (tentu saja) Kota Bogor tercinta yang nyaman. Ini penting, mengingat semestinya membersihkan Ciliwung di Bogor itu menjadi tanggung jawab setiap kepala manusia yang berada di Kota Bogor. Mari ....


, , , Bookmark and Share | | edit post

Turis Jepang mencari Laskar Karung

Posted by Tjiliwoeng Dreams On 5:14 PM 2 comments
Keringat segede2 jagung mengalir deras dari pelipis dan lipatan perut, sesaat setelah sejenak mampu menenangkan diri di Bis Miniarta menuju Depok yg akan membawaku balik ke rumah. Kembali ikutan mulung setelah 2 bulan absen karena malaria tropikana. Emang niat dari rumah ndak akan lama dan mungkin tidak sampe ancrub. Maklum kalo abis sakit jadi ngeri2 kalo mau capek2.

Bener juga. Naik ojeg dari Tugu Kujang. Dia menurunkanku di Jembatan Pemuda. Pulo Geulis mah ieu Bu, sarannya santun. Lamun kantor Kelurahan na mah palih ditu, sambil menunjuk ke seberang jalan. Ada tukang es kelapa muda dan beberapa motor parkir di depannya.

Dengan gagah berani, seperti biasa, aku pun berjalan menuruni tangga, menuju jembatan yg mengantarkanku ke sisi lain dari Sungai Ciliwung, ke rumah2 petak berdempetan uyel2an, ala sempur bgitu deh. Tertegun sejenak melihat kesibukan sungai. Orang mandi atau buang air sambil merendam hampir setengah bagian bawah badannya – yg jadi penasaran kayak apa dinginnya yah, move on.

Tidak kulihat ada baliho besar KPC. Ndak mungkin KPC mulung tanpa masang baliho gede. Itu udah SOP nya begitu. Kusempatkan menikmati pemandangan sungai dari atas jembatan. Tentu saja dengan resiko diliatin orang. Karena memang tuh jembatan alat transportasi penting buat penduduk kampung ini. Jadi orang lalu lalang. Dari mulai ibu2 dasteran yg nyuapin anak, atau mbak cantik SPG counter cosmetic di mall sekitaran.


Kusapa seorang bapak. Ningali anu nuju mulung plastik di ciliwung? Nggak, katanya ngeloyor tidak peduli. Kuputuskan berjalan kembali ke jalan aspal, jalan riau yah, menyusuri sungai ke arah hulu. Ada satu keluarga yg sedang mencuci motor. Kuputuskan menyapa sang ibu yg sedang menggendong anaknya. Agak lebih ramah menjawab. Tapi jawaban yg sama. Mereka tidak tahu. Lebih tepatnya tidak peduli. Sang suami yg belepotan sabun sedikit lebih ramah. Mungkin kasian liat perempuan ‘turis jepang’ (wah seneng tuh si Ejhonski) seperti orang ilang.

Terus berjalan sampai lapangan. Ada kerian ‘pasar malam’ di sana. Kincir angin dan komedi putar. Sayang masih tutup. Kalo ndak, bisa naek dulu, ‘mary goes around’.

Kuamati sekitar. Memang nih sungai bercabang. Menduga-duga apakah mulung dilakukan di sisi sebelah sana. Niatan untuk bertanya ke seorang bapak, urung dilakukan. Dari percakapan telponnya terdengar lebih tersesat dari aku. Tiga orang kucoba telp. Semuanya tidak dijawab. Tentunya mereka sudah ancrub. Een sedang ngelayap di Salatiga. Ternyata! Sekalian ajah ngobrol ama dia yg setelah balik tour de java ndak sempat lapor. Hehe.

Kuyakinkan diri bahwa titik mulung Pulo Geulis memang di seberang jembatan. Selagi jalan, tukang ojek yg tadi menyapa ramah. Udah ketemu orang mulungnya Bu? Ada seorang anak laki2 yg kemudian kutanyai. Dia berusaha membantu dengan menceritakan ciri2 yg kayaknya lebih mirip tukang kredit. Rambut na gondrong tah sebahu, mawa ransel oge kitu, sambil menunjuk ke ransel yg kupakai. Tuh kaditu kahandap. Dia pun menunjukkan jalan sambil kuikuti dari belakang, menuruni sejumlah anak tangga dibuat dari batu bata, curam menuju ke sungai. Kuhentikan langkah ku karena di depanku ada 3 orang laki2 yg sedang asik mandi. Sebuah mata air kecil mengalir di pancuran bambu.

Keluarga pencuci motor. Sang bapak menyapa ku ramah. Mungkin lebih karena kasihan. Si ibu lebih membantu kali ini. Dia menyarankanku untuk terus saja menyeberang jembatan dan pergi ke sisi sungai yg sebelah sana. Padang Beunghar katanya.

Setelah berjalan menyusuri gang, menajamkan insting saat memutuskan mau belok kiri atau kanan, akhirnya kutemukan jembatan kedua. Kulihat baliho besar KPC. Senangnya. Tapi perjalanan nyasar ku pagi ini yg sekaligus menjadi kampanye terselubung, belum berakhir. Karena beberapa pertanyaan ke orang yg lewat membuatku merasa sakit. Betapa nge-gampanginnya orang2 kita ini. Tah tinggal muter aja. Dan kulihat di depan mata dua buah gang kecil diantara rumah2 berdempet2. Gang ini tidak bisa dengan mudah dikenali. Percayalah aku masih harus berjalan menyusuri gang, berbelok, nemu jalan aspal, nanya ke ibu2, masuk ke gang yg cuman muat buat jalan satu orang dan satu solokan air got. Sebelum bisa melihat sebuah jalan aspal, dead end.

Kita harus mengubah mindset kita dan menyesuaikan diri dengan mereka. Orang2 ini tidak pernah pergi jauh dari cubicle nya. Jadi tidak pernah bisa membayangkan bagaimana sebaiknya memberi petunjuk untuk gang kecil seperti labirin ini. Dan betapa belibetnya gang-gang di daerah ini.Pagi ini aku hanya berkesempatan mulung sebentar saja. Tidak sampe penuh karung sampah ku. Selain karena udah punya janji lain. Juga kombinasi dengan rasa jijik yg memuncak full sampai ke ubun2. Suguhan pertama saat kutemukan titik mulung. kombinasi sampah plastik, tempe busuk, ampas kelapa, pampers yg menggembung karena tentu ada isinya, lalat hijau dan ‘pisang goreng’ mengambang bertebaran. ada 50 anak manusia ancrub di tangga pulo geulis. anak2 gembira berenang di pagi yg indah, ibu2 mencuci baju, laki2 mandi, beberapa orang plus membawa ayam jagonya sambil diusap2, abg yg sedang curhat diantara batu2 gede yg memang terasa hangat kena matahari pagi. kalo sungai begitu pentingnya buat manusia, kenapa masih buang sampah ke sini?

Begitulah yg harus kita lakukan. Ubah mind set kita. Pake cara berpikir kita untuk memahami mereka. Emang udah dari sononya kalo sungai memang tempat membuang. Anehnya projek2 besar pengelolaan air seperti enggan menyentuh sisi itu. Kegiatan2 yg jauh dari mengubah perilaku masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai. Coba tolong bantu sebutkan jika memang ada!

Pagi ini lebih tepat aku melakukan kampanye terselubung. Kubuat orang2 itu merasa heran, ada turis jepang masuk kampung. Kuajak mereka berempati betapa susahnya menemukan titik mulung Pulo Geulis. Kubiarkan mereka mendengarkan ocehanku tentang besarnya baliho KPC dan semua simbol dan ajakan agar turut serta menjaga sungai. Alih2 berterimakasih, mereka malah mengeluarkan pandangan aneh penuh tanda tanya kepada sang turis jepang. Biarlah. Kita coba lagi minggu depan dengan metoda lain yg lebih kreatif. Semoga hari ini aku berbuat baik untuk kelestarian Sungai Ciliwung. Bagaimana dengan anda, apa yg anda lakukan hari ini untuk sungai mu?

cerita jujur ini dibuat oleh Rita Mustikasari alias Itok sang "turis Jepang"
, , , , Bookmark and Share | | edit post

Mulung ... libur dulu

Posted by Tjiliwoeng Dreams On 4:59 PM 0 comments
Akhirnya ..... berhasil juga para laskar karung menuntaskan niatnya utk tetap mulung (walau) di bulan puasa. Sekarang, bulan puasa sudah mau habis ... tinggal beberapa hari lagi lho. Sebentar lagi kita yang muslim akan merayakan Hari Raya Idul Fitri, 1430 H.

Kalau kita coba hitung tanggal dalam almanak (kalender), maka Idul Fitri akan jatuh pada hari Minggu atau Senin. Pas sekali dengan hari di mana kita biasa melakukan ritual "mulung" di Ciliwung. Namun, rasanya ada yang kurang jika kita masih juga mulung saat perayaan Idul Fitri. Maka itu, kepada segenap laskar karung KPC di seantero Nusantara, ... kami umumkan bahwa

Kegiatan "mulung" pada hari Minggu, 20 September 2009 DILIBURKAN

Selanjutnya .... tak lupa kami ingin mengucapkan ...


thanks to Ejhonski atas foto anak2 telanjang ini.


, , Bookmark and Share | | edit post

Jangan lewatkan puasa terakhir ...

Posted by Tjiliwoeng Dreams On 5:40 PM 1 comments
Lebaran sebentar lagi.  Bulan puasa sudah mau habis.  Tidak terasa kegiatan mulung di bulan suci Ramadhan ini sudah masuk di minggu ke-4 (empat).  Tiga hari minggu yang lalu, para laskar karung masih tetap bersemangat untuk mulung.  Semoga semangat mereka tak mengendur.  Sayang kalau semangat utk berbuat baik demi lingkungan dan orang lain ini harus kendur karena berada di minggu ke-4 puasa.

Menurut seorang kawan yang gemar pergi mengaji .... minggu terakhir puasa adalah minggu yang banyak dinanti orang.  Itulah minggu dimana umat Muslim selayaknya memperbanyak ibadah.  Karena akan ada pengampunan dosa ... tentunya dengan catatan jika puasa dan ibadah di minggu2 sebelumnya dilakukan dengan penuh keimanan.

Jangan ... jangan sampai anda menyamakan antara kegiatan mulung dengan puasa.  Secara jelas mulung itu memang tidak sama dengan puasa.  Puasa dilakukan oleh manusia untuk Penciptanya, yaitu Allah SWT.  Sementara mulung hanya dilakukan oleh para laskar karung untuk warga Bogor.  Jelas kan perbedaan levelnya ... hehehe.  Tapi mulung di saat2 biasa dengan mulung saat berpuasa, tentu rasanya beda.  Ketika berpuasa terasa berat untuk dilakukan karena tenggorokan yang kering dan lambung yang kosong.  Namun, juga ada rasa sejuk di hati saat memungut sampah2 plastik di sela batu Ciliwung. 

Nahh mulung ke -27 kali ini adalah mulung terakhir di bulan puasa tahun ini.  Jika anda merasa tertantang ingin merasakan ujian berpuasa sambil mulung ... silakan hadir tanpa ragu2.  Sebab, minggu depan belum tentu ada acara mulung .... Kenapa?  karena minggu depan waktunya berdekatan dengan Hari Raya Idul Fitri.  Mungkin para laskar karung juga ingin beristirahat dan menikmati libur lebaran.

Di mana lokasi mulung ke-27? ... silakan lihat pengumuman di atas.  Di sana tertulis Kampung Rambutan, Kelurahan Sempur, Bogor.  Okay, be there yaa ....!
, , , , Bookmark and Share | | edit post

Moeloeng 25 = minggoe 2 poeasa

Posted by Tjiliwoeng Dreams On 9:47 PM 0 comments
Angka 25 ternyata hampir sama dengan angka 2. Siapa bilang?
Yaa jelas yang bilang cuman orang gila atau aneh. Jelas2 kesamaan keduanya hanya di angka pertama, yaitu 2. Selebihnya pasti lah beda.

Tapi ... jangan2 memang hampir sama, terutama kalo yang menganggapnya adalah orang2 yang punya niat dan semangat tinggi demi cita2 yang tinggi pula. Biasanya adalah orang2 yang selalu tuma'ninah, presisten dan yakin pada apa yang ia percaya adalah baik.

Begini ceritanya ...
Angka 25 itu adalah angka dari pemulungan sampah di Ciliwung yang ke-25 kalinya oleh KPC. Sedang angka 2 itu adalah puasa minggu kedua bagi semua umat Islam tak terkecuali para laskar karung KPC. Keduanya sama2 berat untuk dilakukan dan penuh tantangan. Namanya puasa pasti lelah. Namanya juga sudah mulung 25 kali pasti juga lelah ...


Tapi saya yakin para laskar karung KPC bukanlah laskar karung biasa yang dengan gampang menyerah pada tantangan. Mereka pastinya siap sedia utk terus melanjutnya nadzar mulung setiap minggu. Apalagi ini dilakukan sembari beribadah puasa ... insya Allah akan berkah.

Atas permintaan para laskar karung juga, maka pemulungan hari minggu ini dan selama bulan puasa ini dilakukan di seputaran Kelurahan Sempur. Untuk jelasnya silakan lihat pengumuman di samping ini.
, , , Bookmark and Share | | edit post

Mulung pertama bulan puasa ...

Posted by Tjiliwoeng Dreams On 6:57 PM 5 comments
Sungguh ini bukan sebuah upaya main2. Ini mungkin bisa dikategorikan sebagai upaya yg lumayan serius. Betapa tidak nadzar mulung rutin setiap hari minggu harus dijalankan tanpa reserve, walau suasananya terasa kurang mendukung. Ketahanan mental dan fisik para laskar karung memang sedang diuji.

Pemulungan minggu lalu (23 Agustus 2009) bertepatan dengan hari kedua puasa ramadhan. Tak ayal mental pun terasa menciut. Walau terik matahari tak lagi terasa menyengat di sore itu, namun tubuh rasanya berat untuk melakukan pemulungan sampah. Tenaga rasanya sudah habis dari sejak awal turun ke sungai. Tenggorokan makin kering. Sementara bau sampah busuk masih saja memenuhi oksigen yang berputar di depan hidung para laskar. Saya jadi teringat cerita suasana di gurun pasir. Dimana onta2 pun berjalan lamban di bawah sengatan matahari. Melelahkan ... melelahkan ... dan melelahkan.

Di saat semua orang masih menikmati libur pada hari-hari awal puasa, para laskar karung berjuang mati2an dengan anakonda di Lebak Kantin. Ciliwung memang sebuah tempat yang sangat menantang. Tumpukan sampah seakan tak pernah ada habisnya. Syukurlah para laskar karung yang lelah masih menyimpan semangat membara demi memenuhi janji pada Ciliwung. Tercatat sembilan laskar karung berjibaku dengan tenaga yang tersisa di sore itu. Ada Kapiten Nono, Mas Kikuk, Ruby sang biksu Tong, Indri yang selalu riang, Kang Hendi dan Awey yang bersemangat bak petualang sejati, Hapsoro yang berusaha tampil segar, Andrew sang bule Inggris dari DTE, dan seorang ibu asal Tanah Sareal di sana.

Segala jenis sampah anorganik dipungut untuk kemudian masuk dalam karung2 plastik. Lumayan juga dalam kondisi lemah ini para laskar karung berhasil menangkap beberapa anakonda di sana. Saya tak sempat menghitung berapa jumlah karungnya. Namun, setidaknya mata kami semua melihat ada lebih dari 20 karung yang terkumpul. Saya rasa ini adalah sebuah prestasi.

Memang para warga sekitar tak ada yang turun membantu. Namun, saya sempat melihat seorang ibu yang memasang tulisan di atas kertas pada jembatan gantung di atas kami. Kertas itu bertuliskan "jangan buang sampah ke sungai". Ibu itu menjelaskan pada saya bahwa ia prihatin dengan sikap warga sekitar yang masih saja membuang sampah ke sungai. Memang ketika kami 'mulung' sempat kami menjumpai beberapa warga yang melemparkan kantong2 plasting berisi sampah langsung ke badan sungai.

Akhirnya ketika saat sholat maghrib sudah diambang pintu, para laskar karung memutuskan untuk menghentikan aktivitasnya. Kami semua beranjak dari sungai dengan perasaan lega. Saat berbuka tinggal sebentar lagi. Mulung hari tersebut telah diselesaikan dengan sukses.

Semoga tiga hari minggu ke depan, para laskar karung KPC masih setia melakukan aktivitasnya. Sekalipun ini dilakukan di bulan puasa. Amiiin ....


gambar onta di atas diunduh dari laman ini, dan gambar animasi kelelahan diunduh dari laman yang ini.

Sempoer, anaconda tak maoe pergi

Posted by Tjiliwoeng Dreams On 9:07 AM 0 comments
Setelah minggu lalu para laskar karung mencoba segala ilmu kanuragan dalam penaklukan anaconda di Lebak Kanting, Sempur. Hari minggu ini pendekar2 sakti mandraguna tersebut kembali menyatroni sarang anaconda yang sama.

Kenapa mereka kembali? Rupanya tugas mulia mereka belum lagi tuntas. Sekawanan anaconda berumur puluhan tahun masih juga bercokol di balik2 batu Ciliwung. Rupanya selama ini kawanan anaconda itu tidak tampak karena tertutup air. Begitu Ciliwung surut airnya, maka menyembul-lah kepala2 meraka diantara bebatuan sungai.

Maka, tak perlu diragukan lagi, wahai pendekar laskar karung. Mari taklukan anaconda yang bercokol di wilayah Lebak-Kanting Sempur. Seperti juga minggu lalu, lokasi kita masih sama. Jangan lupa agar datang tepat waktu, sebab kawanan anaconda sudah menunggu untuk kita taklukan ...

Mau tahu lokasinya di mana? Silakan baca terus (klik selengkapnya)





, , , , , Bookmark and Share | | edit post

Balik Koecing ke Sempoer

Posted by Tjiliwoeng Dreams On 11:00 AM 2 comments
Bagi temen2 jang soeda sering ikoet moeloeng sedjak pertama, tamtoenja masie inget. Kita doeloe soeda moeloeng di Sempoer. Troes kita moeloeng pindah2 sampe hoeloe en hilier Tjiliwoeng di Buitenzorg ini. Njaris semoea titiek soeda kita poeloeng poen. Laloe di mana lagie kita moeloeng?

Ndhak perloe bingoeng sama itoe pertanjaan. Moedah sadja ... menoeroet wangsit van Mbah Tjiliwoeng, locatie moeloeng ke 21 nanti tak laen dan tak boekan ijaitoe balik koecing ke Sempoer lagie. Soeda ada jang tindjou itoe locatie maimang tjotjok dan lekker poen. Kiri dan kanan sungeij pastinja tedoeh. Aernja deres dan sueger (oekoeran para lasjkar karoeng) ditambah djoega dengan potency van Anaconda jang banjak.


Djahadi ... mari kita toeroen lagie tanpa reserve. Ndhak oesah ragoe2 lagie. Langsoeng sadja njeboer dan kedjar itoe anaconda van tjiliwoeng. Koemendan moeloeng kita djoega soeda ditoendjoek ijaitoe "Kapiten Aboe Meridian van Lampoeng". Sang Kapiten soeda pasti toenggoe kita di locatie.

Maoe tahoe locatie koempoelnja? Silaken dilijat pada pengoemoeman di bawah ...


, , Bookmark and Share | | edit post

Romansa Tjiliwoeng

Posted by Tjiliwoeng Dreams On 3:04 PM 3 comments
Ini kejadiannya hari minggu yang lalu.

Kelihatannya sih biasa2 saja. Yang kasat mata hanyalah 9 (sembilan) orang yang sibuk melakukan rutinitas ‘mulung’ di Sungai Ciliwung. Sejak pagi hari kedelapan laskar karung KPC ini terus saja berkutat dengan sampah plastik, styrofoam, sepatu rusak, celana dalam butut, sendal jepit putus, anakonda, dan sampah2 lainnya. Salah seorang dari kedelapan laskar tersebut sesekali mengeluarkan kameranya dari dalam tas. Lalu dengan tekun memotret seluruh moment indah, lucu, maupun serius selama aksi mulung ini.

Tak ada yang aneh dan tak ada yang spesial. Tapi kalo kita coba identifikasi siapa2 saja para laskar karung tsb, mungkin akan sedikit menarik. Dua orang laskar karung yang hadir hari itu adalah Ira (utusan dari Jakarta Barat) dan Takur (utusan dari tukang foto keliling). Keduanya ternyata adalah pasangan muda yang baru saja menikah beberapa hari sebelumnya.


Hmmm … makin menarik nih. Seminggu sebelum keduanya menikah, mereka juga hadir mulung di Kedung Badak. Sekarang, hanya beberapa hari setelah menikah, keduanya hadir kembali di Ciliwung. Hadir mulung di Griya Katulampa. Kalo saja saya yang menjadi Oom Takur, maka pastilah saya menganggap bahwa aksi mulung ini menjadi bagian dari ‘boelan madoe’ yang romantis. Betapa tidak, lokasinya sangat mendukung. Suara aliran air hulu Ciliwung seolah mendendangkan irama cinta mereka berdua. Pohon bambu dan sebatang durian di tepinya bergoyang-goyang erotis mengiringi irama tersebut. Sinar matahari pagi yang lembut pun turut menghangatkan gelora cinta mereka. Terlebih lagi, ketujuh kambing congek dan rabun di sekitar mereka yang tak mau peduli kecuali pada sampah. Sungguh sebuah perpaduan antara lokasi dan suasana yang romantis persembahan Mbah Tjiliwoeng buat mereka berdua.

Alhamdulillaah … ternyata masih ada tempat romantis di Ciliwung. Tumpukan sampah di sela batu dan tepian sungai ternyata tak mampu menghapus suasana romantis. Ketulusan cinta keduanya telah menyihir ketujuh kambing congek dan rabun merasa nyaman di aksi mulung ke-16 di pinggiran Perumahan Griya Katulampa, Bogor.

SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU KAWAN ... terima kasih atas kesejukan suasana ‘boelan madoe’ yang kalian berdua persembahkan buat Tjiliwoeng. Sekali lagi selamat buat Ira dan Takur!!
gambar diunduh dari sini

Moeloeng berempat ... masih seroe!

Posted by Tjiliwoeng Dreams On 3:09 AM 4 comments
Rasa-rasanya agak kurang adil memang kalo setiap mulung selalu dihadiri oleh puluhan bahkan mungkin ratusan orang laskar karung. Kesannya koq hebat banget setiap minggu banyak banget pemulung gratisannya. Mungkin sekali-sekali kita perlu juga mencoba model baru dalam mulung.

Lho lho lho ... jangan kecewa dulu. Coba dulu deh rasanya kalau mulung hanya diikuti oleh laskar karung dalam jumlah sangat minimal. Saya bisa kasih contoh saat mulung ke-14 yang lalu di Sukamulya.

Gak kalah seru koq kejadiannya. Bahkan produktivitas mulungnya bisa tinggi banget. Keempat laskar karung sampai bisa kumpulin 30-an karung sampah. Sendiri aja tuh? Kuat banget ...?
Ahh gak sehebat itu juga ... para laskar dapat bantuan tenaga muda (pemuda kampung) yang super semangat dari warga RT 02. Makanya hasilnya bisa 30-an karung.

Berikut adalah cuplikan kejadian beberapa saat setelah pemulungan di Sukamulya. Silakan menikmati ....







, , , Bookmark and Share | | edit post

Waroeng Jamboe, tak bole maloe ...

Posted by Tjiliwoeng Dreams On 12:36 PM 3 comments
Para laskar karung KPC memang sudah biasa dengan malu. Kalo tidak pastilah mereka tak akan berani turun ke Ciliwung untuk ambil sampahnya. Setiap hari minggu mereka pun jadi bahan tontonan, bahkan mungkin ejekan dari warga sekitar. Ngapain coba berkotor dan berbasah ria di Ciliwung yang bau dan keruh itu. "Koq gak malu sih?" begitu kira2 komentar mereka.

Tapi dasar laskar karung, tak ada kamus malu dalam menegakkan kebenaran ... [hehehe kaya komentar superhero aja]. Yaa begitulah ... mereka dengan sukarela mencoba membersihkan sungai kotor sambil mengajak serta setiap warga kota yang bersedia ikut. Semua dilakukan dengan tulus ikhlas laksana turun berperang melawan penjajah kumpeni. Mulung terus-menerus tanpa henti setiap hari minggu.

Ada kalanya badan terasa capek, otot2 meregang dan perlu dilemaskan. Bila timbul gejala ini, maka obatnya pun tak perlu mahal. Bukan di apotik atau toko obat mencarinya. Untunglah KPC selalu siap sedia melayani ... tak hanya warga bantaran Ciliwung, namun juga para anggota laskar karung. Solusinya adalah bergoyang dangdut. Tak perlu lagi malu untuk bergoyang. Mulung aja gak malu.

Berikut dua buah foto untuk menambah illustrasi suasana para laskar karung yang sedang mengobati rasa capek karena mulung. Mereka bergoyang dangdut tadi malam di Pasar Warung Jambu.




Kotak itu selalu ada dimana-mana...

Posted by Tjiliwoeng Dreams On 11:21 AM 2 comments
Mungkin semua sudah tahu.
Beginilah rasanya beraktivitas yang semua aktivitasnya bersifat voluntirisme (volunteer) atau sukarela. Bekerja dan melakukan sesuatu yang tidak ada uangnya.

Inilah pengalaman kami selama beberapa bulan terakhir mengajak teman-teman untuk bergabung bersama kami untuk peduli terhadap sungai ciliwung. Mengajak bukan dalam arti kata ikut rembuk atau rapat-rapat dan makan-makan enak. Tapi mengajak mereka untuk jadi pemulung. Menjadi pemulung selama setengah hari setiap hari minggunya.

Alhamdulillah cukup banyak yang bergabung, walaupun pernah juga hanya beberapa belasan orang. Orang yang datang dan bergabung berbeda-beda setiap minggunya. Ya itulah yang namanya kegiatan yang dilakukan secara sukarela. Mau datang alhamdulillah, ngga bisa datang ya ora opo-opo toh...

Nah kegiatan yang sifatnya volunteer ini mau tak mau tetap membutuhkan dana untuk melakukan kegiatannya. Walaupun memang tidak seberapa. Kadang saya berfikir, mungkin ngga ada yang namanya kita menggerakan beberapa orang atau masa yang tidak membutuhkan uang. Mau kencing aja sekarang ini musti bayar.

Ini juga yang terjadi didalam kegiatan peduli ciliwung yang ada di Bogor. Berbagai macam kegiatan yang dilakukan oleh teman-teman bergabung kedalam komunitas ini. Mulai dari mulung sampah di sungai ciliwung setiap minggunya, memberi materi pendidikan lingkungan hidup di sekolah dasar di Bogor, riset terhadap kualitas air di ciliwung dan biotanya dan juga masih rencana untuk mengadakan sebuah festival ciliwung.

Kegiatan rutin sepeti memulung sampah di ciliwung setiap minggunya jelas-jelas pasti membutuhkan dana. Minimal untuk sewa mobil dan membeli BBM mobil yang akan mengangkutin sampah yang sudah terkumpulkan. Selain itu juga kita musti beli karung untuk tempat sampahnya serta membeli minum bagi para teman-teman yang kehausan setelah memngutin sampah.

Darimana kita bisa mendapatkan dana untuk itu??
Ini yang kadang membuat kita berdebat dan harus berfikir keras jangan sampai kegiatan mulung ini bisa terhenti hanya karena tidak ada dananya. Banyak ide yang dikeluarkan, mulai dari minta sumbangan kepada yang hadir disaat hari minggunya, keliling kota bogor untuk minta sumbangan atau ditempat keramaian, atau malakin orang-orang yang bisa dipalakin.

Awalnya saya dan beberapa teman menolak keras meminta sumbangan kepada teman-teman yang sudah mau secara sukarela untuk datang dan bergabung menjadi pemulung. Wong mereka datang aja sudah secara sukarela untuk mungutin sampah di ciliwung kok malah dipinta sumbangan lagi. Tapi ada beberapa teman bilang “coba aja dulu”. Akhirnya kita coba, kita buat kotak sumbangan sukarela dan kita taroh disaat kegiatan mulung akan dimulai. Hasilnya?? Alhamdulillah teman-teman yang datang tidak keberatan untuk nyumbang. Ada yang nyumbang 500, 1.000, 10.000, 20.000, 50.000 dan juga ada yang nyumbang 100.000. Dari sini saya menjadi semangat. Ternyata orang-orang yang hadir tidak hanya punya kepedulian terhadap kebersihan ciliwung, tapi mereka juga ingin dan mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini terus berlanjut. Jangan sampai berhenti karena tidak ada uang untuk sewa mobil, beli BBM, beli karung.

Saya dan beberapa teman mulai aktif mengubungi teman-teman lama. Share pengalaman lewat mailist dan groups-groups di facebook. Meminta dukungan untuk menjalankan kegiatan ini. Berbagai macam tanggepan dan cemoohan datang. Ada yang bilang:

“ Sampai kapan kalian mau mungutin sampah itu ”.
“ Yakin kalian sungai ciliwung bisa bersih? ”
“ Jangan hanya mungutin sampahnya aja donk, ajak juga msyarakat disekitar sungai ciliwung biar ikut bersihin”
“ Percuma kalian memberisihin ciliwung klo yang lain masih tetap buang sampahnya “

Dan banyak lagi pernyataan-pernyataan yang keluar dari mulut mereka.
Saya hanya meniyakan dan tidak mengiyakan didalam hati saja. Sebenarnya saya hanya mau menjawab singkat saja kepada mereka yang berkomentar.

“Kamu mau bergabung bersama kami jadi pemulung ngga? Klo ngga bisa datang dan ngga mau jadi pemulung karena malu, mau ngga nyumbangin sedikit uangmu untuk beli karung dan minum kepada teman-teman yang sudah mau jadi pemulung? Mau ngga mobilmu tak pake buat ngangkutin sampah setiap minggunya. Kalo kamu hanya komentar doank, ya ora selesai-selesai urusane cak. Podo wae karo pejabat ing Jakarta lan Mbogor”

Tapi saya tidak putus asa. Masih banyak teman yang peduli dan masih banyak teman yang mau bantu. Saya masih di sms-in teman-teman yang lain dan bilang “En, saya sudah transfer dana untuk beli minuman teman-teman yang melakukan kegiatan pada mulung setiap minggunya. Maaf 2 minggu yang lalu saya sakit, trus minggu ini saya musti ke Banjarmasin selama 2 minggu. Klo ada kesempatan nanti saya pasti gabung jadi pemulung”. Setelah saya chek lewat sms banking, ternyata beliau mentransfer dana sebanyak 1 juta rupiah. Alhamdulillah...

Minggu kemaren disaat kumpul dengan senior-senior saya, saya sempatkan putar film kegiatan aksi peduli ciliwung dan cerita apa saja kegiatan yang sudah dilakukan. Tentunya setelah itu saya dengan pede-nya mengeluarkan “kotak” itu untuk meminta dukungan agar kegiatan ini terus berjalan. Alhadulillah “kotak” bisa berisi sebanyak 850 ribu. Bisa beli BBM mobil dan karung untuk kegiatan mulung selama 8 minggu (8 kali kegiatan pembersihan sampah di ciliwung). Terbukti toh, masih banyak yang peduli. Terima kasih teman-teman semua yang masih peduli dan masih punya mimpi ciliwung bisa bersih.

Semoga semakin banyak yang peduli. Khususnya urang bogor.
Ciliwung Ruksak, Hirup Balangsak!!!

Bagi yang mau berbagi peran silahkan klik disini

Salam,
Een Irawan Putra
Email : irawanputra@gmail.com
Bookmark and Share | | edit post

Menggugah Kepedulian Kita pada Mbah Tjiliwoeng

Posted by Tjiliwoeng Dreams On 11:51 AM 0 comments
Mau berbagi cerita minggu lalu, semoga tidak bosan untuk membaca dan menyebarluaskannya...

Kami mengusung spanduk bertuliskan "Ciliwung Ruksak, Hirup Balangsak" dengan lebar 3 m x 6 m, dan dipasang di tiang listrik di Lapangan Sempur Bogor, ingin menggugah siapa saja. Siapa saja yang tua, muda, anak2, maupun sebangsa setanah aer ataupun yang bukan sebangsa dan setanah aer, agar jeda sejenak dari rutinitas sehari2nya yang mikirin kerjaan, mikirin makan, mikirin duit, mikirin pacaran n mikirin jualan, mikirin sekolah, mikirin jalan2, mikirin jabatan dan mikirin kampaye untuk pemilu nanti, untuk ikut bersama saling kenal dalam terapi air di Sungai Ciliwung.

Karena menurut para ilmuwan bahwa air merupakan sumber energi paling kuat dan dahsyat untuk menyembuhkan segala penyakit, kecuali korupsi. Nah, alangkah indah dan asiknya dalam suasana kebersamaan kita bisa menghilangkan semua hal di atas. Turun sejenak (hanya 15 menit) mencelupkan kaki dan menggerakan tangan untuk memungut sampah yang bertebaran di Ciliwung sebagai perubahan tingkah pola kita terhadap alam yang selama ini sudah sangat banyak memberikan kita keuntungan dan kemudahan dalam hidup.

Mungkin itu hanya sedikit kata2 atau juga sedikit ungkapan yang aku sampaikan. Jadi jangan terlalu percaya, karena seperti kampaye itu bisa saja hanya janji2 atau iklan palsu seperti yang sekarang banyak beredar. Contohnya obat palsu atau bajakan dari negerinya Hong Fei Hung sono...

Tanggal, 15 Maret 2009, kemaren aku dengan teman2 mo menggugah siapa saja untuk bisa bersama2 untuk peduli lingkungan di sekitar kita. Misi kami adalah melakukan pembersihan sungai Ciliwung setiap minggu, dimana dan kapan saja ada sampah yang menghambat arus nadi kehidupan Ciliwung kami pasti ada. Sok jagoan sekali yaa... kelihatannya.

Misi mulia ini kami mulai pukul 08.00 pagi sampai jam 11.00, karena menurut primbon saat-saat inilah kehidupan mulai merangkak di sekitar Ciliwung, seperti aktivitas mandi, buang sampah, buang hajat, dan lain2. Sehingga moment ini juga bisa menarik minta para pembuang ini supaya ikut dan mudah2 tidak melakukan kejahatan buang-membuang lagi ke dalam sungai Ciliwung yang umurnya sudah semakin tua. Karena semakin tua umurnya Ciliwung juga kadang2 suka marah dan ngambek, sehingga sering tetangga sebelah seperti Jakarta dimarahin dan dikirimin banjir. Ciliwung yang dulunya masih sabar dan arif sudah sampai batas kesabarannya. Seperti juga kesabaran dan kearifan seseorang ada batasnya, makanya kami berharap Mbah Tjiliwoeng tidak lagi merajalela.

Kurang lebih 80-an orang dengan menenteng2 karung gula warna putih turun ke Ciliwung untuk pungutin sampah. Kalo teringat dengan salah satu filem Indonesia yang fenomenal saat ini yang berjudul LASKAR PELANGI, atau seperti Iklan Jamu Gendong yang juga LASKAR JAMU, maka kami bisa disebut juga LASKAR KARUNG, karena dengan semangat 45 kami bawa2 karung untuk pungutin sampah di Ciliwung.

Memang, jika dibandingkan dengan jumlah penonton, kami kalah banyak. Apalagi di Lapangan Sempur kalo hari Minggu pagi orang numplek dari segala ras dan kasta. Dari yang hanya jual body sampai jual omongan juga ada. Tapi kami tidak patah semangat dan sangat yakin bahwa ajakan dan gerakan kami ini pasti banyak yang mau ikut. Contohnya adalah satu keluarga bule yang tinggal di Sempur sempat mendatangi kami yang masih berbau sampah, dan mengutarakan keinginannya untuk ikut “mulung” di Ciliwung. Mungkin dikiranya kami pemulung benaran dan dapat duit dari jual sampah. Tapi yang jelas sudah ada orang yang mulai tertarik dan peduli terhadap Mbah TJILIWOENG.

Kepada teman2, sahabat, kawan, n saudara-saudara sebangsa dan setanah aer, baik warga Bogor n warga Indonesia semuanya, mari kita peduli lingkungan dan pada minggu depan kita akan turun lagi di sekitar LAPANGAN SEMPUR –KOTA BOGOR, silahkan bergabung!

Salam, Ejhon


    Arsip2 Tjiliwoeng
    Label:
    Recent Posts
    a
    ViDEO lainnya.

    Labels

    -----------------------  Global Voice -----------------------
    Komoenitas Pedoeli Tjiliwoeng
    Saoeng Tepijan Soengaij Tjiliwoeng, Jalan Sempur Kaler No. 111 Paviliun, Bogor 16129 Tel./fax. 0251 8320 275 +++ e-mail: tjiliwoeng@gmail.com +++ kontak: Hari Yanto (0856-1235298), Ruby Vidia Kusumah (0878-78757205), Dwi Lesmana (0856-1400369), Een Irawan Putra (0815-9753580), Hariyono (0811-1109607), Adrianto Agung (0817-821135), Hapsoro (0815-85719872)
    TopBottom